
PSIS Semarang mengakui restart BRI Liga 1 2022/2023 akan menyajikan tantangan yang berat mengingat padatnya jadwal pertandingan yang harus dihadapi.
Pelatih PSIS, Ian Andrew Gillan, mengakui bahwa tantangan terberat dari tim pelatih untuk menghadapi situasi ini ialah merancang periodisasi program latihan.
Pasalnya, jadwal yang tersaji pada lanjutan kompetisi ini kurang ideal. Setiap tim bisa saja menghadapi pertandingan dalam setiap tiga atau empat hari.
“Periodisasi untuk program latihan yang akan datang akan sangat sulit. Bagi para pemain ini juga akan menjadi situasi yang berat karena menghadapi pertandingan setiap tiga atau empat hari,” kata Ian Andrew Gillan dalam sesi konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (4/12/2022).
Dia memastikan, PSIS sudah siap menghadapi situasi ini. Tantangan tersebut akan dimulai ketika menghadapi Madura United pada lanjutan Liga 1 2022-2023.
Sementara, perwakilan pemain PSIS, Riyan Ardiansyah menambahkan dirinya dan rekan-rekan sudah siap menghadapi pertandingan pertama ini pasca kompetisi dihentikan selama dua bulan.
“Yang pertama bersyukur, karena kompetisi yang tertunda dua bulan sudah berjalan Kembali. Soal laga besok, pelatih sudah menyiapkan strategi. Semoga kami bisa mengaplikasikannya di lapangan dan bisa meraih kemenangan,” tambah Riyan.
Ia juga berharap rekan setimnya tidak mengalami demam panggung menghadapi Madura United.
Tak hanya itu, aspek mental juga diharapkan tidak mempengaruhi performa tim. Situasi kompetisi yang teehenti lama dan saat ini kembali bergulir diharapkan tidak mempengaruhi aspek psikologis para pemain.
“Soalnya kita sudah siap tiba-tiba ditunda lagi, persiapan ditunda lagi, yang berpengaruh pasti psikologis. Ibaratnya prajurit, kami sebagai pesepakbola kapanpun liga dimulai kita harus siap. Yang penting jaga kondisi dan psikologis untuk menghadapi pertandingan,” beber Riyan.