
Sebagai suporter PSIS Semarang, Pasukan Suporter Semarang Biru atau yang lebih di kenal dengan Panser Biru menunjukkan rasa kemanusiaan dan kepeduliannya pada masyarakat Kota Semarang. Hal tersebut dibuktikan salah satunya melalui launching mobil ambulans dan mobil jenazah pada hari ulang tahunnya yang ke-22, Sabtu (25/3).
Acara launching yang digelar di Sekretariat Panser Biru, Ruko Stadion Citarum No. 12, Semarang tersebut dibarengi dengan buka bersama dengan anak yatim dan tausiyah.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wali kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu atau Mbak Ita, didampingi CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi dan GM PSIS Semarang Liluk Wahyoe Winarto.
Mbak Ita menyebut jika Panser Biru ini menjadi suporter yang sangat luar biasa, merupakan Suporter sepak bola tapi bisa mementingkan masyarakat, bisa membantu masyarakat yang masih membutuhkan.
“Alhamdulillah kami Pemerintah Kota Semarang berterima kasih karena kita dibantu juga. Mobil ambulans untuk sakit dan ambulans jenazah. Ada dua sekaligus, kami mengapresiasi,” ungkap Mbak Ita, sapaan akrab wali kota Semarang,” katanya.
“Sekali lagi saya ucapkan selamat dan semoga nantinya tahun depan bisa memberikan sumbangan-sumbangan yang lebih baik. Kita harapkan Panser Biru bisa lebih sukses, menjadi suporter yang handal agar PSIS semakin jaya dan semakin hebat,” imbuh Mbak Ita.
Ketua Umum Panser Biru, Galih Ndog mengatakan, peluncuran mobil ambulance dan jenazah ini sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan dan masyarakat.
Pihaknya sudah lelah dengan label negatif yang diberikan masyarakat kepada suporter sepak bola.
Panser Biru berusaha keras menghapus label itu dan menuju ke arah yang lebih baik.
”Kami juga ingin bertemu dengan masyarakat dan memberi manfaat (melalui mobil ambulance dan mobil jenazah),”
”Mohon didoakan semoga mobil ini bisa bermanfaat untuk Kota Semarang,” tandas Galih.
Di sisi lain, CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi memuji Panser Biru yang dianggap memiliki sistem keuangan dan administrasi yang tertib. Yoyok menerangkan bahwa anggota Panser Biru rutin menyisihkan uang dan membayar kas di setiap pertandingan.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Pemkot Semarang, Polrestabes Semarang, dan seluruh pihak yang telah mengupayakan keamanan menjelang laga PSIS versus Persebaya. Dirinya juga memuji Panser Biru yang dianggap memiliki sistem keuangan dan administrasi yang tertib.
“Matur nuwun Bu Wali dan Wali Kota Surabaya bahu membahu bersama dengan Pak Kapolres, Pak Kapolda semuanya berusaha supaya pertandingan PSIS dan Persebaya bisa dilaksanakan. Dukungan Pemerintah Kota Semarang kali ini luar biasa, itu harus kita syukuri,” kata Yoyok.
Dirinya pun berterima kasih kepada Panser Biru atas dukungannya kepada PSIS Semarang yang luar biasa selama 22 tahun ini. Menurutnya, Panser Biru sudah bertransformasi menjadi suporter yang dewasa. “Suporter yang apa ya, menurut saya intelek,” ujarnya.