PSIS Semarang mengistirahatkan dua nomor punggung dalam tim. Dua nomor tersebut adalah nomor nomor 9 dan 22.

Nomor punggung 9 sendiri adalah milik almarhum Erik Dwi yang merupakan salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki oleh Mahesa Jenar -Julukan PSIS Semarang.

Sementara nomor punggung 22 milik Hari Nur Yulianto. Dirinya merupakan salah satu pemain yang memiliki dedikasi yang luar biasa untuk PSIS. Bahkan Hari Nur menjadi pemain penting saat PSIS kembali keli Liga 1.

CEO PSIS, Yoyok Sukawi mengatakan dua nomor punggung tersebut tak akan lagi dipakai sebagai bentuk penghormatan kepada pemiliknya terdahulu yakni Erik Dwi Ermawansyah dan Hari Nur Yulianto.

Kedua pemain merupakan bagian dalam tim yang membawa Mahesa Jenar promosi ke kasta tertinggi sepakbola tanah air pada tahun 2017 lalu.

“Kami umumkan untuk mengistirahatkan nomor punggung 9 milik Almarhum Erik Dwi dan 22 milik Hari Nur Yulianto sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka membawa PSIS promosi ke Liga 1 di tahun 2017 lalu,” tuturnya, Minggu 25 Juni 2023.

Diketahui, Erik Dwi Ermawansyah meninggal dunia setelah terkena serangan jantung pada Jumat (25/1/2019) lalu.

Pemain kelahiran Surabaya yang menjadi kapten SSB Karanggayam, juara festival Danone U-12 nasional pada 2007,tutup usia saat berusia 22 tahun.

Sementara, Hari Nur ‘Mukri’ Yulianto, atau yang sering dijuluki King oleh para penggemar PSIS Semarang, adalah seorang pemain sepak bola profesional asal Kendal Jateng.

Hari Nur terakhir bermain untuk PSIS Semarang sebagai penyerang di Liga 1 2022/2023, setelah masa kontraknya berakhir pada Mei 2023.

Perpisahan Hari Nur dengan PSIS Semarang membuat para suporter bersedih, mengingat dirinya sudah 10 tahun berseragam PSIS Semarang sejak bergabung pada 2013 lalu.

Dirinya pun menjadi salah satu pemain legenda PSIS Semarang dan dihormati oleh para suporter dan manajemen.

redaksi
Juni 27, 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *