panserbiru.id – Ribuan anggota Panser Biru memadati Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, saat PSIS Semarang menghadapi Persebaya dalam laga Anniversary Game ke-99, Minggu (19/7/2026). Meski hanya berstatus laga uji coba dan berakhir imbang 2-2, atmosfer di tribune justru menjadi cerita yang paling berkesan.
Lebih dari 1.000 anggota Panser Biru rela menempuh perjalanan dari Semarang ke Surabaya demi memberikan dukungan langsung kepada Laskar Mahesa Jenar. Mereka datang dengan berbagai moda transportasi, mulai dari 13 bus, elf, mobil pribadi, hingga kereta api. Divisi Tour Panser Biru, Reno Brilliant, mengaku antusiasme anggota cukup tinggi. Menurutnya, sudah lama suporter tidak merasakan atmosfer mendukung PSIS secara langsung dalam jumlah besar.
“Teman-teman antusias sekali. Sudah lama tidak ada pertandingan, jadi ini bisa sedikit mengobati rasa rindu terhadap sepak bola Semarang. Total yang berangkat lebih dari seribu orang,” kata Reno.
Di Stadion Gelora Bung Tomo, Panser Biru menempati lantai Gate 15 Tribun Selatan.Di Tribun Panser Biru berdiri berdampingan dengan Bonek. Pemandangan tersebut kembali menunjukkan hubungan baik yang selama ini terjalin antara dua kelompok suporter.Sepanjang pertandingan tidak terlihat adanya gesekan. Sebaliknya, Panser Biru dan Bonek saling menyapa, bercanda, hingga menikmati jalannya pertandingan bersama. Suasana hangat itu menjadi bukti bahwa rivalitas di lapangan tidak harus dibawa ke tribune.
“Sedulur Bonek tidak pernah memberi sekat dengan kami. Kita membaur tanpa batas. Sambutan mereka selalu hangat setiap kami datang ke Surabaya,” ujar Reno.
Laga ini juga terasa emosional karena menjadi momen penghormatan kepada almarhum Andie Peci, tokoh Bonek yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Panser Biru ikut menyampaikan rasa belasungkawa dengan membentangkan spanduk bertuliskan Rest in Pride Andie Peci di Tribun Selatan Gelora Bung Tomo. Bagi Reno, Andie Peci bukan hanya sosok penting bagi Persebaya, tetapi juga menjadi inspirasi bagi banyak suporter di Indonesia.
“Sosok Andie Peci bukan hanya panutan bagi sepak bola Surabaya, tetapi juga bagi suporter di Indonesia. Semoga beliau mendapat tempat terbaik,” ucapnya.
Di balik hangatnya suasana di GBT, Panser Biru juga mendapat kabar yang kurang menyenangkan. Salah seorang anggota Panser Biru mengalami cedera setelah terkena parasut flare di tribune. Korban harus dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi karena mengalami patah tulang pada bagian tangan.
Meski begitu, insiden tersebut tidak mengurangi kesan positif yang dirasakan rombongan selama berada di Surabaya. Reno menilai persaudaraan yang ditunjukkan Bonek menjadi hal yang paling membekas dalam perjalanan kali ini.
Sementara itu, hasil imbang 2-2 melawan Persebaya dinilai menjadi bekal yang cukup baik bagi PSIS yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Liga 2 musim 2026/2027. Penampilan tim dinilai mulai menunjukkan perkembangan meski masih ada sejumlah evaluasi yang harus dilakukan.Harapan Panser Biru pun tetap sama, Mereka ingin melihat PSIS segera bangkit dan kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Harapan kami sederhana, PSIS bisa bangkit dan musim ini kembali promosi ke Liga 1,” tutup Reno.

