Panserbiru.id – Halaman tribun selatan Stadion Jatidiri, Kota Semarang, ramai oleh aktivitas anggota Panser Biru pada Minggu (30/8/2026). Mereka berkumpul dalam acara bertajuk Southern Roars Road To Panser Biru Fest yang digelar DPP Panser Biru. Kegiatan tersebut berlangsung sejak sore hingga malam hari. Panggung utama dimulai pukul 15.00 WIB dan ditutup sekitar pukul 22.00 WIB.

Namun, suasana meriah sudah terasa sejak siang karena panitia mengelar sebuah lomba chant yang diikuti sejumlah korwil Panser Biru. Lomba chant berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.00 WIB. Dari sejumlah peserta yang tampil, Yudi dari Panser Biru Bringin menempati posisi ketiga. Res Chandra dari Panser Cakeb Kebonharjo berada di peringkat kedua, sedangkan Rizal dari Panser Biru Paman menjadi pemenang pertama.

Penyerahan hadiah juara pertama dilakukan oleh Ketua Panser Biru, Kepareng yang lebih dikenal dengan sapaan Wareng. Rizal mengaku senang dapat mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

Saat ditanya Luseta, Capo Panser Biru yang juga bertugas sebagai MC Class Chant, ia menjelaskan bahwa lagu yang dibawakan memang dibuat khusus sebagai bentuk persembahan untuk Panser Biru.

“Ikut senang bisa berkontribusi mengikuti lomba chants, ini lagu dibuat dipersembahkan untuk Panser Biru,” kata Rizal.

Selepas lomba, perhatian kemudian beralih ke panggung musik. Monyong dan Nisa bertugas memandu jalannya acara. Ijhek Phiyek mendapat kesempatan membuka acara hiburan dengan musik dangdut. Penampilan Ijhek Phiyek berlangsung dari pukul 15.00 WIB sampai 17.30 WIB. Setelah itu, acara berhenti sejenak karna jeda Adzan Maghrib sebelum acara kembali berjalan sekitar pukul 18.00 WIB.

Atlas Soul Club kemudian mengisi stage DJ. Musik bernuansa Jamaika menjadi pilihan yang dibawakan hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Pada rentang waktu yang hampir bersamaan, Streat Anthem turut tampil menghibur penonton.

Ditengah perform dari Streat Anthem, DPP Panser Biru menggelar potong tumpeng sebagai bentuk syukuran atas keberadaan sekretariat baru, store, serta sasana beladiri yang berada di area tribun selatan Stadion Jatidiri.

Usai agenda tersebut, panggung kembali dipanaskan Daya Ledak sekitar pukul 19.15 WIB. Penampilan mereka berlangsung hingga pukul 19.45 WIB dan kemudian diteruskan Oi Gsquad sampai sekitar pukul 20.15 WIB.

Pyong Pyong menjadi penampil berikutnya hingga pukul 21.15 WIB. Setelah itu, band asal Pati, Ngadeck Jejeck, mengambil alih panggung sekaligus menjadi penutup acara. Mereka tampil sampai sekitar pukul 22.00 WIB.

Southern Roars tidak hanya menawarkan hiburan. Panitia juga menyediakan bazar UMKM bagi pengunjung.

Acara tersebut turut mendapat dukungan dari sejumlah pihak seperti Belikopi, Lily Bakery, Outlet 23, Riors, Super Soccer, Kantin Bu Widi, Distro Blue Corner, Cleo, Kugle, Putri Eyelash, dan Honda Gajah Mada.

Untuk bisa menyaksikan acara tersebut, pengunjung sebelumnya dapat membeli tiket presale dengan harga Rp35.000 melalui Protix.id. Sementara tiket on the spot dijual seharga Rp40.000.

Kegiatan ini juga menjadi momentum berkumpulnya sejumlah kelompok suporter. DPP Panser Biru mengundang kelompok suporter dari Semarang dan luar daerah. Dalam acara tersebut hadir Snex dan Jakmania Semarang.

Wakil Ketua Panser Biru, Galih Eko Putranto atau Galih Ndog, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tamu undangan yang hadir. Ia juga memberikan penghargaan kepada panitia yang telah mempersiapkan acara.

“Saya atas nama DPP Panser Biru mengucapkan terima kasih untuk tamu undangan yang sudah datang. Kami DPP Panser Biru sangat mengapresiasi kerja keras panitia,” ujar Galih.

Menurutnya, Southern Roars merupakan langkah awal sebelum Panser Biru menggelar acara yang lebih besar.

Selain menjadi persiapan menuju Panser Biru Fest, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi momentum untuk kembali membangun kebersamaan anggota Panser Biru sebelum kompetisi dimulai pada tanggal 11 September 2026.

“Ini titik awal sebelum Panser Biru Fest dan ini sebagai kick off buat kita, buat guyupin sebelum kita mulai liga,” katanya.

Galih juga menyampaikan harapan yang sama dengan para suporter, yakni melihat PSIS Semarang kembali bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

“Doa dan harapan kita masih sama, bahkan mungkin teman-teman kita, saudara muda kita Snex juga berharap PSIS bisa naik ke Liga 1. Allahumma amin. Panser Biru sak modare,” ujarnya.

Acara Southern Roars berlangsung aman dan tertib. Para pengunjung dapat menikmati berbagai hiburan yang disiapkan panitia tanpa terjadi keributan.

Southern Roars menjadi bagian awal dari perjalanan menuju Panser Biru Fest yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. DPP Panser Biru masih menyiapkan dua kali rangkaian Road To Panser Biru Fest lainnya sebelum acara utama digelar.