Panserbiru.id – DPP Panser Biru menghadiri acara Komitmen Bersama Polda Jawa Tengah dengan manajemen klub dan komunitas suporter peserta kompetisi BRI Super League serta Pegadaian Championship musim 2026/2027.
Kegiatan tersebut berlangsung di Alam Indah Resto, Kota Semarang Selasa (15/9/2026), mulai pukul 13.00 WIB.
Pertemuan ini menjadi salah satu upaya memperkuat komunikasi antara pihak kepolisian, klub, dan komunitas suporter yang ada di Jawa Tengah agar kompetisi sepak bola musim ini dapat berjalan aman dan kondusif.
Dalam kegiatan tersebut, DPP Panser Biru diwakili oleh Ketua Umum Kepareng yang akrab disapa Wareng, Wakil Ketua Umum Galih Eko Putranto, Divisi Hukum dan Advokasi Nurul Layalia, SH, serta Divisi Antar Korwil Alfian Tri Irawan.
Kehadiran Panser Biru menjadi bagian dari komitmen komunitas suporter PSIS Semarang untuk ikut menjaga situasi sepak bola di Jawa Tengah tetap nyaman, baik ketika pertandingan berlangsung di dalam stadion maupun saat aktivitas suporter di luar stadion.
Usai acara, Divisi Hukum dan Advokasi Panser Biru, Nurul Layalia, menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini memiliki arti penting bagi hubungan antara suporter, klub, dan kepolisian.
Menurut Layalia, komunikasi dan koordinasi menjadi bagian penting untuk menciptakan kompetisi yang berjalan dengan baik. Ia menilai semua pihak memiliki peran masing-masing dalam menjaga pertandingan tetap aman sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.
“Sangat penting untuk saling sinergi, berkoordinasi dan menjaga kondusifitas demi berjalannya liga yang penuh sportifitas,” ujar Layalia saat dihubungi setelah kegiatan.
Dalam acara tersebut juga dibuat surat pernyataan bersama yang ditandatangani oleh perwakilan komunitas suporter dan manajemen klub. Isi pernyataan tersebut menjadi bentuk kesanggupan bersama untuk menjaga jalannya kompetisi musim 2026/2027.
Ada sejumlah poin yang tercantum dalam komitmen tersebut. Pertama, seluruh pihak berkomitmen menjaga sportivitas kompetisi sepak bola yang aman dan profesional.
Kedua, menciptakan suasana yang aman dan damai, baik di dalam maupun di luar stadion. Ketiga, menolak segala bentuk kekerasan, provokasi, rasisme, dan ujaran kebencian.
Selanjutnya, seluruh pihak juga sepakat mematuhi regulasi serta menaati aturan penyelenggara maupun panitia pelaksana pertandingan. Komitmen berikutnya adalah menjadi tuan rumah maupun tamu yang baik dan saling menghormati antar komunitas suporter.
Tidak kalah penting, komunitas suporter juga menyatakan kesiapan untuk mendukung klub secara sehat sekaligus menerima sanksi apabila melakukan pelanggaran terhadap komitmen perdamaian yang telah disepakati.
Poin terakhir dalam surat pernyataan tersebut adalah menjaga kondusivitas Jawa Tengah agar tetap aman dan nyaman selama kompetisi berlangsung.
Bagi Panser Biru, komitmen itu bukan hanya sebatas tanda tangan dalam sebuah acara.
Ada tanggung jawab yang perlu dijalankan ketika kompetisi mulai bergulir tetap aman.
Dengan padatnya agenda pertandingan di musim kompetisi 2026/2027, komunikasi antar suporter dinilai snagat penting untuk mengantisipasi munculnya gesekan yang tidak diinginkan.
Layalia juga melihat pertemuan yang mempertemukan berbagai komunitas suporter dari Jawa Tengah tersebut sebagai sarana silaturahmi.
Menurutnya, kebersamaan dalam kegiatan ini menjadi kesempatan bagi komunitas suporter untuk saling mengenal dan membangun komunikasi yang lebih baik.
“Sarana silaturahmi di wilayah Jateng,” kata Layalia ketika ditanya mengenai arti kebersamaan komunitas suporter dalam acara tersebut.
Sejumlah perwakilan klub dan komunitas suporter turut membubuhkan tanda tangan dalam surat pernyataan bersama tersebut.
Dari unsur klub, terdapat Persijap Jepara, Java United, PSIS Semarang, Persis Solo, Persiku Kudus, Kendal Tornado FC, dan PSBS Biak.
Sementara dari komunitas suporter, hadir perwakilan Jetman, Banaspati, CNS dari Persijap Jepara, Panser Biru dan Snex dari PSIS Semarang, Pasoepati, Garis Keras Sambernyawa, Surakartans, B8, serta Ultras 1923 dari Persis Solo.
Selain itu, Tornado Mania dari Kendal Tornado FC juga ikut menandatangani komitmen tersebut. Dari Persiku Kudus terdapat SMM, KC, Southgate, dan Gate B2 yang turut menjadi bagian dari kesepakatan bersama.
Kehadiran berbagai kelompok suporter tersebut menunjukkan bahwa upaya menjaga keamanan pertandingan tidak bisa hanya dibebankan kepada satu pihak. Klub, suporter, aparat keamanan, penyelenggara, hingga seluruh elemen sepak bola memiliki peran untuk menciptakan atmosfer pertandingan yang sehat.
Bagi Panser Biru, mendukung tim kebanggaan tidak harus dilakukan dengan tindakan yang berpotensi merugikan klub. Dukungan dapat diberikan melalui kreativitas tribun, nyanyian, koreografi, serta sikap tertib ketika mengikuti pertandingan kandang maupun tandang.
Komitmen bersama ini juga diharapkan dapat menjadi pengingat bagi seluruh suporter ketika kompetisi musim 2026/2027 memasuki pertandingan-pertandingan dengan tensi tinggi.
Karena itu, komunikasi yang sudah dibangun diharapkan tetap terjaga sepanjang musim.
Panser Biru berharap komitmen tersebut tidak berhenti setelah acara selesai. Nilai yang disepakati bersama diharapkan benar-benar diterapkan dalam setiap pertandingan.
“Harapannya PSIS Liga 1 dan liga berjalan dengan aman dan lancar,” ujar Layalia.
Bagi Panser Biru, keberhasilan sebuah kompetisi bukan hanya soal hasil pertandingan dan posisi klasemen.
Kompetisi yang sukses juga ditentukan oleh bagaimana seluruh elemen sepak bola mampu menjaga keamanan, menghormati lawan, dan memberikan ruang bagi suporter untuk memberikan dukungan secara positif.
Dengan adanya komitmen bersama Polda Jawa Tengah, klub, dan komunitas suporter, diharapkan musim kompetisi 2026/2027 dapat berlangsung lebih tertib. Persaingan di lapangan tetap berjalan sengit, tetapi hubungan antarsuporter tetap terjaga di luar lapangan.
Panser Biru pun menegaskan kesiapannya menjadi bagian dari upaya tersebut, sekaligus terus memberikan dukungan kepada PSIS Semarang sepanjang perjalanan kompetisi musim ini.


